Blibli.com – How I refactor AngularJS 1.x to be minify-able

Berikut saya akan berbagi pengalaman saya beberapa pekan yang lalu di Blibli.com dalam meminify-ing AngularJS code.

Sebelumnya saya akan bercerita existing condition yang terjadi,
bahwa kami di Blibli.com menggunakan AngularJS sebagai framework rasanya sudah bukan rahasia lagi,
namun sebenarnya kami mengalami kesulitan dalam handle dan manage AngularJS code kami sendiri.
Ada banyak hal kami masih belum bisa handle dan benahi terutama dengan AngularJS yang begitu mengendalikan semua interaksi client side.
Sebenarnya kami sendiri tidak ingin menggunakan AngularJS untuk semua halaman kami,
dan hanya ingin digunakan pada halaman-halaman yang memang membutuhkan complex interaction saja,
namun yang terjadi sepertinya kami terjebak dengan kenikmatan data-binding dari AngularJS dan akhirnya merembet ke berbagai page kami.

Pada titik ini dimana ketika saya mulai bergabung dengan Blibli.com hal seperti ini memang sudah kadung terjadi,
dan yang bisa saya tawarkan hanyalah membenahi pelan-pelan code mengikuti yang seharusnya.
Hal akan saya bagikan di post kali ini adalah mengenai proses membuat AngularJS code kami minify-able.

Untuk issue soal AngularJS yang susah untuk di minify sebenarnya sudah dijelaskan di berbagai situs.
https://scotch.io/tutorials/declaring-angularjs-modules-for-minification
https://www.sitepoint.com/5-minutes-to-min-safe-angular-code-with-grunt/
Penyebabnya adalah karena gagal meng-implementasikan Depedency Injection yang ditawarkan oleh AngularJS,
yang tentu saja hal ini tidak terjadi bila code tidak di minify.

Setelah saya coba melihat exising code dan sepertinya memang masalah terbesarnya adalah di Depedency Injection,
namun pada penerapannya ternyata saya juga harus refactor beberapa code agar bisa berjalan dengan baik dalam kondisi yang ter-minify.

Continue reading “Blibli.com – How I refactor AngularJS 1.x to be minify-able”

Menjadi Seorang Full Stack Developer

Full Stack Developer

Menurut terminologi disini, sebenarnya istilah Full Stack Developer lebih tepat bagi seorang yang memahami hampir semua layer dari development proses mulai dengan server dan environment-nya, data modelling, bussiness logic, service layer, sampai pada UI dan UX. Namun pada kali ini, saya coba persempit istilah yang ada mengingat sepertinya akan membuat spesies Full Stack Developer ini semakin langka bila kita mengikuti persepsi tersebut.
Jadi Full Stack Developer yang saya maksud disini hanyalah pada level service dan UI development atau bisa kita sebut dengan Backend dan FrontEnd.

Continue reading “Menjadi Seorang Full Stack Developer”

Sharing in Learn Javascript – JakartaJS April 2016

JakartaJS
JakartaJS adalah salah satu komunitas developer javascript yang ada di jakarta dan sekitarnya.
Saya sendiri baru mengikuti JakartaJS Meetup yang diadakan oleh komunitas ini sejak 2015-an.
Dan berdasarkan beberapa bulan terakhir, komunitas ini termasuk konsisten mengadakan meetup hampir di setiap bulannya dengan menghadirkan topik-topik dan pembicara yang menarik.

Dan berdasarkan obrolan saya dengan salah satu Co-Organizernya yakni bro @GioSakti bahwa belakangan ini banyak member yang datang sebenernya belum begitu familiar dengan Javascript itu sendiri dan baru berniat untuk belajar Javascript.

Berangkat dari kegelisahan ini bro Gio punya ide untuk sharing pengalaman belajar Javascript dari mereka-mereka yang juga sedang atau baru belajar Javascript.
Dan saya pikir menarik juga untuk sharing experience saya selama belajar Javacsript dari benar-benar tidak tahu sampai sekarang.

Event yang diadakan di bulan april ini bisa anda lihat deskripsi lengkapnya disini : http://www.meetup.com/JakartaJS/events/229783425/

Menghadirkan 2 pembicara :
1. Irfan Maulana, Engineer of Blibli.com will share his experience “How I Learn Javascript from Basic”
2. Simon Sturmer, Co-Founder of KodeFox; Ex-Facebook Engineer will talk about “React.js Fundamentals”

Dan berikut sebagian keseruan-keseruan di lokasi :

Continue reading “Sharing in Learn Javascript – JakartaJS April 2016”