Untuk apa kita sekolah ?

Agama mewajibkan kita untuk menuntut ilmu, negara mewajibkan kita untuk bersekolah setidaknya 9 tahun sampai sekolah menengah pertama, orang tua kita selalu mendorong agar kita berangkat ke sekolah.
Sebenarnya apa sih yang kita cari disekolah ? Setelah mendapatkan apa yang kita cari lantas mesti bagaimana lagi ?

Pertanyaan tersebut akan coba dibahas satu persatu.

Apa yang kita cari di sekolah?

Manusia diciptakan Allah dengan otak sebagai memory yang sangat besar kapasitasnya namun tidak serta merta diisi dengan berbagai pengetahuan yang ada di dunia, Allah menyuruh manusia untuk belajar dan mengisi memory di otak dengan berbagai pengetahuan sesuai dengan apa yang dia pelajari.
Dengan adanya kebebasan untuk belajar maka berkembang pula berbagai macam pengetahuan yang bisa manusia pelajari untuk kemudian dikembangkan lagi dan dipelajari oleh manusia lainnya.

Sekolah adalah tempat kita untuk mencari ilmu, menggali pengetahuan, mengembangkan poka pikir, mengisi memory otak kita akan dengan berbagai pengetahuan yang ada.
Jika belajar didefinisan sebagai proses untuk mengubah dari tidak tau menjadi tau, dari tau menjadi lebih tau, dari yang lebih tau menjadi sangat tau, maka sekolah adalah tempat kita untuk menjalani proses belajar tersebut.

Jika saat ini kamu masih menjalani masa sekolah maka sesuai dengan tujuannya, carilah ilmu sebanyak-banyaknya, galilah berbagai pengetahuan, kembangkan pola pikir luas dari berbagai macam sudut pandang, isi memory otak dengan ribuan giga pengetahuan.
Namun jika saat ini kamu telah menyelesaikan jenjang sekolahmu maka kembali pada tujuan tadi, sudah cukup banyak kah ilmu yang kamu dapat dari sekolah yang kamu jalani ? sudah merasa cukup taukah kamu akan ilmu yang kamu pelajari disekolah ? sudahkah kamu merasa mengetahui segala pengetahuan yang ada di dunia ? sudahkah memory otakmu penuh akan manisnya ilmu pengetahuan ? atau justru sebaliknya ? masa sekolahmu kamu habiskan untuk menumpuk spam di otakmu ? masa sekolah kamu habiskan untuk bersuka ria dan melupakan tujuan awalnya ?

Sekolah menjadi salah satu tempat belajar memang bukanlah satu-satunya tempat bagi kita untuk mendapatkan pengetahuan, hanya sekitar 40% dari pengetahuan yang sebenarnya akan kita pakai atau terapkan dalam kehidupan kita (*khususnya bila melihat kurikulum pendidikan di Indonesia).
Tapi bukankah seharusnya kita bisa memaksimalkan jumlah 40% tersebut agar paling tidak kita menjadi orang-orang yang tidak akan menyesal dikemudian hari karena melalaikan masa sekolah hanya untuk bersenang-senang belaka.

Setelah selesai menjalani masa sekolah lantas bagaimana ?

Tentu saja proses belajar tidak berhenti sampai disitu, proses belajar bisa kita jalani tiap hari dari berbagai tempat, waktu dan situasi. Proses menggali pengetahuan sejatinya akan terus berlangsung sepanjang hayat sebagaimana agama juga menganjurkan pada kita untuk terus belajar.

Ada satu yang perlu kita ingat bahwa jangan lupa ketika kita telah menguasai satu ilmu, satu pengetahuan, satu pelajaran hidup, maka hal terbaik adalah mengingat dan membuat ilmu tersebut bermanfaat bagi orang-orang disekitar kita atau paling tidak bagi diri kita sendiri. Ada banyak orang yang memiliki banyak ilmu pengetahuan namun hanya sedikit orang yang tahu bagaimana membuat ilmu mereka bermanfaat bagi orang lain.

Memiliki pengetahuan yang lebih banyak dibandingkan orang lain seharusnya tidak menjadikan kita bisa sombong dan mengecilkan orang lain, semakin banyak ilmu seseorang seharusnya makin dia menganggap tinggi keberadaan orang lain.
Banyaknya orang bodoh bukan hanya karena kurangnya kemauan mereka untuk belajar tapi juga karena banyaknya orang-orang pintar yang memilih diam dan mendiamkan.
Mereka yang memiliki pengetahuan seharusnya bisa dengan senang hati mengajarkan pengetahuan tersebut kepada orang lain, karena otak kitapun sebenarnya layaknya sebuah pisau yang akan menjadi tumpul bila terlalu lama didiamkan. dan proses mengajarkan pengetahuan yang kita miliki kepada orang lain adalah proses untuk mengasah kembali pengetahuan tersebut di otak kita sehingga tidak terjadi penumpulan yang berakibat banyaknya pengetahuan yang menumpuk di otak namun kesemuanya tumpul karena kelalaian kita sendiri.

Dan point pentingnya adalah teruslah belajar, manfaat waktu sekolah sebagai waktu terbaik untuk menggali ilmu, ajarkan ilmu yang telah kamu punya kepada orang lain, buat ilmu terrsebut bermanfaat bagi orang lainnya.

mazipan-signature

Be a good reader, leave your comment please.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s