Menikah : Mengenai Kemauan Bukan Kesiapan

Mungkin saya terlalu dini untuk pantas membicarakan hal ini, namun saya benar-benar merasakan hal ini tengah berkecambuk dalam diri saya sekarang.
Dari dulu bahkan sampai sekarang saya selalu berfikir bahwa pernikahan saya nantinya adalah sesuatu yang dilakukan ketika saya benar-benar siap dengan segala sesuatunya baik moral, mental maupun materiil.

Sampai hari itu ketika saya dihadapkan pada pernikahan yang buat saya tentu sangat terlalu dini apalagi tanpa adanya persiapan matang terutama dari sisi materiil.
Saya sempat hilang arah, bingung dan tak tau mesti bagaimana, tak tau mesti memulai dari mana.
Di dalam kebingungan itu akhirnya saya menemukan satu jawaban yang saya yakini kebenarannya meskipun mungkin buat beberapa dari anda bukan suatu kebenaran.
Saya kembali berfikir bahwa sepertinya selama ini memang saya yang salah dalam memandang suatu pernikahan, saya terlalu berharap pada kesempurnaan yang hakikatnya memang tak pernah bisa kita dapatkan sebagai manusia.
Saya rasa standard pernikahan yang selama ini saya pancangkan dalam otak saya datangnya bukanlah dari kebenaran melainkan dari rasa sombong,egois dan angkuh dalam diri saya.
Dan tak ada sesal saya rasakan karena mesti menikah dalam suatu kesederhanaan dan jauh dari kata kesempurnaan, karena akhirnya saya menyadari “Menikah Bukan Mengenai Kesiapan Melainkan Kemauan.”

Dan bahkan sesempurna apapun persiapan yang telah kita miliki maka sungguh pernikahan itu belum tentu dapat terlaksana sebelum adanya kemauan dalam dirinya.
Memang ketika kemauan itu sudah ada namun tak ada kesiapan dan persiapan maka sebagian orang akan memilih mundur dan menyerah.
Bagi saya proses ini  serupa dengan proses pengejaran impian, bahwa hanya orang-orang yang berani mengambil keputusan bahkan ketika ia belum terlalu yakin dengan keputusan tersebut yang akan lebih cepat mendapatkan impiannya, dan menyesallah mereka yang memutuskan untuk berhenti mengejar impian mereka hanya karena mereka merasa belum terlalu siap untuk mendapatkan mimpi tersebut.

Dan bilamana telah tiba waktu bagi saya untuk memutuskan harus menikah, maka dengan senang hati saya akan siap kapanpun hal itu mesti dilakukan karena saya kini telah yakin bahwa kemauan itulah faktor utama yang akan membawa kesiapan dalam diri seseorang.

Posted by Mazipan from WordPress for Android

2 thoughts on “Menikah : Mengenai Kemauan Bukan Kesiapan

  1. iya, kalau cuma berdasarkan materi manusia ga akan pernah puas, dan akan ngerasa kurang terus, lain halnya kalo tentang kesiapan, jika sudah siap niscaya akan di bantu oleh tuhan, saya juga cuma berbekal Website Kaos Online bisa menikah dengan gadis yang saya sayang, ga ada hal yang mustahil jika kemauan sumber kekuatan,

    Like

Be a good reader, leave your comment please.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s