Ternyata kebahagiaan tidak diukur dengan materi

Kata-kata tersebut saya dapatkan setelah berbagi cerita yang sangat panjang dengan paman yang kebetulan senang ngobrol juga.
profesi dia adalah sebagai sopir taksi di salah satu perusahaan taksi terkemuka di indonesia,
karena profesinya juga, dia mendapatkan banyak pelajaran dari obrolan-obrolan dia dengan para penumpangnya.
dan pelajaran itu juga dia sampaikan pada saya.

dia bercerita,
pernah suatu ketika dia membawa penumpang seorang keturunan china.
dari obrola-obrolan tersebut dia sempat menanyakan kepada orang china tersebut.
“enak ya jadi bapak, bisa punya uang banyak??? ”
tapi di luar dugaan, orang china tersebut malah menyanggahnya,demikian
“eh, jangan salah pak. mungkin masih enakan bapak. bapak dengan penghasilan sehari katakanlah cuma 100 ribu
tapi bapak bisa menikmati uang tersebut, bapak bisa makan dengan nikmat, bapak bisa bekerja dengan badan yang sehat.
asal tahu saja pak, semua itu lebih berharga dari semua materi”
orang china tersebut malah menambahkan, berikut
“apa bapak mau kita tukeran saja, bapak punya penghasilan 100 juta tapi harus tidur di rumah sakit, tidak bisa makan dengan enak, tidak bisa menikmati kekayaan yang bapak punya.”

dari obrlolan diatas, saya mencoba membuat kesimpulan.
bahwa ketenangan hidup, kebahagiaan seperti yang dijanjikan Tuhan kepada hamba-nya yang taat
bukanlah semata-mata materi duniawi, namun lebih dari hal-hal tersebut.
bahkan bila kita mau menteladani Rasulullah, beliau pernah tidur hanya dengan pelepah kurma,
beliau juga pernah makan hanya dengan kurma dan air zam-zam.
lantas mengapa kita dengan lantang masih sanggup mengatakan bahwa kehidupan beliau adalah teladan bagi kebahagiaan.
kuncinya adalah rasa syukur, keikhlasan menjalani hidup dan keyakinan terhadap kekuasaan Allah.

Rasul tidak pernah mengeluh, ketika beliau tidak punya apa-apa untuk dimakan.
tapi beliau selalu ikhlas dan yakin bahwa Agamaku adalah Surgaku.
hingga pada akhirnya kehidupan beliau sangat layak untuk kita jadikan teladan buat kita.

semoga tulisan ini bermanfaat terutama bagi mereka yang kini hatinya sedang didiami oleh syetan yang menyebarkan rasa iri dan dengki.
rasa iri akan sesuatu yang dimiliki oran lain sesungguhnya justru akan menyiksa kita dan menjauhkan kita dari ketenangan hidup yang kita dambakan.

2 thoughts on “Ternyata kebahagiaan tidak diukur dengan materi

Be a good reader, leave your comment please.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s