hidup tak selalu tersenyum

postingan kali ini saya dedikasikan untuk sahabat saya yang saat ini sedang dilanda kesedihan yang teramat dalam,
semoga tulisan ini dapat memberikan sedikit semangat untuk dia,
serta dapat dijadikan motivasi bagi yang lainnya…

Hidup tak selalu tersenyum,
terkadang kita pernah merasa bahwa Tuhan telah memberikan cobaan yang terlalu berat untuk kita tanggung sendiri,
tapi apa kita yakin dengan pemikiran kita tersebut?
terkadang ada kalanya bahwa kita merasa terlalu sedih dengan sesuatu cobaan yang mendera kita,
tapi apakah kita pernah berpikir bahwa kesedihan itu sebenarnya adalah anugerah dari Tuhan?
Tuhan sedang mengajarkan pada kita bahwa dalam kesedihan pun ada sesuatu yang luar biasa yang tak pernah kita sadari.

kenapa kita mesti tersenyum? karena kita mesti belajar bagaimana mansyukuri anugerah dari Tuhan.
namun kenapa juga kita mesti menangis? karena Tuhan ingin mengajarkan pada kita bahwa anugerah itu datangnya dari Tuhan dan kapanpun berhak untuk diambil dari kita.
bayangkan jika kita tak bisa tersenyum? tapi bayangkan juga bagaimana jika kita tak bisa menangis?

hidup memang tak akan selamanya berjalan baik dan menyenangkan bagi kita,
namun kepercayaan terhadap kekuasaan Tuhan seharusnya bisa mengajarkan kita bagaimana harus menghadapinya.
akan sulit bagi seseorang yang tak pernah merasakan kesedihan yang terlalu dalam seperti saya untuk mencoba mengerti perasaan mereka yang kini dilanda kesedihan.
tapi percayalah, bahwa kehidupan saya pun mungkin tak seindah yang kalian jalani.

seperti layaknya Tuhan yang telah menciptakan banyak warna di dunia ini,
maka Dia juga telah menciptakan banyak rasa di dunia ini.
ada senang, sedih, marah, terharu, bahkan ribuan perasaan lain yang tak pernah ditemukan kata untuk menggambarkan perasaan tersebut.
dan pernahkah kita memikirkan mengapa Tuhan melakukan hal tersebut?
mengapa Tuhan menciptakan terlalu banyak rasa dan warna sehingga sulit untuk kita mendeskripsikannya?

pada saat Nabi Muhammad mendapat wahyu pertama, hal yang pertama kali Tuhan ajarkan pada Nabi Muhammad adalah “bacalah” (al-alaq 1-5).
kenapa mesti “bacalah” ?
pada hakikatnya membaca adalah psoses belajar, sedangkan belajar sendiri adalah proses dari tidak tahu menjadi tahu.
artinya Tuhan menyuruh kita sebagai umat Nabi Muhammad untuk senantiasa belajar,
mempelajari suatu hal tidak selamanya melalui program formal.
belajar termasuk juga bahwa kita harus belajar mengenai hidup, belajar untuk memahami hidup dan belajar menghargai hidup.

jadi, marilah kita sama-sama belajar memahami segala apa yang memang diberikan oleh Tuhan kepada kita.
kala kita bahagia, maka saat itu Tuhan sedang memberikan anugerah pada kita.
kala kita sedih, maka saat itu Tuhan juga sedang memberikan anugerah dalam cara yang lain.
kala kita menangis, maka saat itu Tuhan sedang memberikan cobaan kepada kita.
kala kita tersenyum, maka saat itu Tuhan juga sedang memberikan cobaan kepada kita.
maka, nikmat yang mana lagi yang engkau dustakan???

nb :

teruntuk sahabatku, tak apa jika saat ini kamu menangis karena itu adalah sebuah ekspresi wajar bagi manusia.
namun,ada baiknya juga jika kamu luapkan kesedihanmu sekarang dengan mendo’akan beliau yang kini pergi.
aku do’akan agar kamu tak membutuhkan waktu yang lama untuk menyadari ada banyak sahabat-sahabatmu disini.
sahabat yang akan menemanimu menangis dan sahabat yang selalu menunggumu tersenyum kembali.

7 thoughts on “hidup tak selalu tersenyum

  1. Setuju sekali bahwa hidup tak selalu tersenyum. Kerikil-kerikil yg datang yang membuat kita menangis hadir untuk menumbuhkan kita agar hidup jadi seimbang. Ikut berdoa semoga sang teman di tabahkan hatinya dalam menerima kesedihan tersebut. Salam kenal ya

    Like

Be a good reader, leave your comment please.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s