Struktur Bahasa Pemrograman – Pertemuan #4

Dosen : Emi Susilowati, S.Kom, ST
Pertemuan tanggal 19 November 2011

Pertemuan #4

 

Element Bahasa Pemrograman Lanjutan.

1. Identifier (Pengenal)

2. Keyword (Reserve)

3. Operator

4. Komentar

 

1. Identifier

Identifier merupakan kumpulan karakter yang digunakan sebagai penanda

untuk nama variable, nama tipe data, fungsi, prosedur, dan sebagainya.

 

2. Keyword

Keywords atau Reserved words merupakan kata-kata yang telah

ada/didefinisikan oleh bahasa pemrograman yang bersangkutan. Kata-kata

tersebut telah memiliki definisi yang sudah tetap dan tidak dapat diubah.

Karena telah memiliki definisi tertentu, maka kata-kata ini tidak dapat

digunakan sebagai identifier.

 

3. Operator

Operator digunakan untuk menyatakan suatu perhitungan/operasi. Operator yang

digunakan untuk operasi yang melibatkan satu operand disebut unary operator.

Jika melibatkan dua operand maka disebut binary operator, dan jika melibatkan

tiga operand, operator tersebut disebut ternary operator.

Di dalam suatu operasi dapat terdapat banyak operator. Urutan eksekusi dari

operator-operator disebut juga operator precedence. Precedence yang lebih

rendah akan dieksekusi belakangan,

misalnya:

A = 10 + 5 * 2

Karena precedence operator * lebih tinggi daripada operator + maka nilai A adalah

20, diperoleh dari perkalian 5 dan 2, kemudian dijumlahkan dengan 10. Untuk

mendahulukan eksekusi precedence

yang lebih rendah dapat digunakan tanda ( dan ) sebagai contoh:

A = (10 + 5) * 2

Variable A akan memiliki nilai 30, diperoleh dari penjumlahan 10 dan 5, kemudian

dikalikan 2.

 

3.1 Operator Aritmatika

adalah simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan

sesuatu operasi atau manipulasi, seprti penjumlahan, pengurangan dan lain-lain.

a. Unary, yaitu hanya melibatkan sebuah operand pada suatu ekspresi aritamatika.

Contoh :  – 7

b. Binary, yaitu melibatkan dua buah operand pada suatu ekspresi aritmatika.

Contoh : 13 + 5

c. Ternary, yaitu melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatika.

Contoh  : (8 + 4) * 7 – 5.

Operator Aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah :

Operasi pada Java

Operator

Contoh Ekspresi

Perkalian

*

4*5

Pembagian

/

7/2

Sisa Pembagian

%

8%3

Penjumlahan

+

2+9

Pengurangan

9-2

 

 

3.2 Operator Penugasan

Operator ini digunakan untuk memberi nilai suatu identifier.

seperti :

Operasi

Operator

Contoh Ekspresi

Penggunaan

Perkalian

*=

A = A * 5

A *= 5

Pembagian

/=

A = A / 5

A /= 5

Sisa Pembagian

%=

A = A % 2

A %= 2

Penjumlahan

+=

A = A + 1

A+= 1

Pengurangan

-=

A = A – 4

A – = 4

 

3.3 Operator Decrement dan Increment

Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai, Java menyediakan operator penambah dan

pengurang, yaitu digunakan untuk menambah satu dan mengurang satu dari nilai pada dirinya

sendiri. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat

digunakan operator penambah dan pengurang.

Sebagai contoh, terdapat ungkapan aritmatika seperti dibawah ini :

A = A + 1 atau  A = A – 1;   maka bentuk ekspresi tersebut bisa disederhanakan menjadi A += 1

atau A -= 1;  hal ini masih dapat disederhanakan menjadi  A ++ atau A– –.

Notasi “ ++ “ atau “– – “ dapat diletakan didepan atau di belakang variabel. Bentuk penulisannya

seperti dibawah ini :

A ++  atau  ++A dan A– – atau – –A

Kedua bentuk penulisan notasi ini mempunyai arti yang berbeda. Perbedaan penulisan tersebut,

yaitu :

a. Jika diletakan didepan variabel, maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan

sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini, sehingga nilai variabel tadi

akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan, sedangkan

b. Jika diletakan dibelakang variabel, maka proses penambahan atau pengurangan akan

dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini

ditemukan.

 

3.4 Operator Perbandingan

Operator Pembanding (Comparasion) digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. Hasil

perbandingan operator ini menghasilkan nilai Boolean yaitu True atau False.

Operator

Keterangan

==

Sama Dengan ( bukan pemberi nilai )

!=

Tidak Sama dengan

Lebih  Dari

Kurang Dari

>=

Lebih Dari sama dengan

<=

Kurang Dari sama dengan

 

3.5 Operator Logika

Operator Relasi digunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah

ungkapan kondisi. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai boolean True atau False.

Operator

Keterangan

&& Operator Logika AND
|| Operator Logika OR
! Operator Logika NOT

 

3.6 Operator Bitwise

Operator Bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit. Pemrograman Java

menyedikan enam buah operator bitwise.

Operator

Keterangan

~ Bitwise NOT
<< Bitwise Shift Left
>> Bitwise Shift Right
& Bitwise AND
^ Bitwise XOR
| Bitwise OR

 

4. Komentar

Merupakan suatu pesan yang tidak termasuk sebagai syntax program.

komentar biasa disisipkan untuk menjelaskan program.

//  komentar dalam satu baris

 

/* komentar lebih dari satu baris

*/

 

 
download filenya disini

Be a good reader, leave your comment please.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s