Struktur Bahasa Pemrograman – Pertemuan #2

Dosen : Emi Susilowati, S.Kom, ST
Pertemuan tanggal 30 Oktober 2011

download filenya disini
Pada pertemuan kedua yang sekalian digabung dengan pertemuan pertama, sedikit membahas mengenai konsep pemrograman beserta sedikit penjelasan struktur dalam bahasa java.
Berikut saya sajikan kembali inti pembahasannya.
sekalia saya sertakan file asli-nya pada akhir baris.
silahkan disimak,

  •   Konsep Dasar Pemrograman

 Bahasa Pemrograman Vs Bahasa Alami

Secara konsep, pemrograman bisa dikaitkan (dianalogikan) dengan disiplin rekayasa dan bahasa (alami). Kaitan dengan bahasa ini karena:

· Konsep-konsep pemrograman adalah konsep-konsep bahasa pemrograman

· Konsep-konsep bahasa pemrograman dalam beberapa hal mirip dengan konsep-konsep bahasa alami. Yang dimaksud bahasa alami adalah bahasa yang diucapkan sehari-hari antar manusia, yang tidak perlu melibatkan komputer. Seperti bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan sebagainya. Berbekal pemahaman ini kita lihat hal berikut.

· Suatu kalimat dalam bahasa alami beranalogi dengan sebuah peryataan (statement) di bahasa pemrograman.

· Suatu kalimat di bahasa alami diakhiri dengan tanda baca. Sebuah statement di bahasa pemrograman juga diakhiri dengan tandabaca.

Tabulasi dibawah ini memperlihatkan kemiripan bahasa pemrograman dengan bahasa alami. Tabulasi berisi entri – entri yang dimulai dengan satuan yang lebih besar ke satuan yang lebih kecil. Kita mempelajari implementasi konsep-konsep pemrograman urutan yang hampir sama.

Analogi (perbandingan) bahasa alarm vs bahasa pemrograman

Bahasa Alami

Bahasa Pemrograman

Sebuah paragraf terdiri atas satu atau lebih kalimat. Sebuah blok terdiri atas satu atau lebih statement.
Sebuah kalimat diakhiri oleh tanda baca. Sebuah statement diakhiri oleh tandabaca.
Sebuah kalimat bisa terdiri atas kata benda abstrak, kata kerja, kata keadaadan kata benda nyata. Sebuah statement bisa terdiri atas ipe, operasi, nilai, dan objek.

 

 Penerjemah Bahasa Pemrograman

Untuk menterjemahkan bahasa pemrograman yang kita tulis maka diperlukan Compiler dan Interpreter.

Compiler adalah suatu program yang menterjemahkan bahasa program (source code) ke dalam bahasa objek (object code) secara keseluruhan program.

Interpreter berbeda dengan compiler, Interpreter menganalisis dan mengeksekusi setiap baris dari program tanpa melihat program secara keseluruhan.

Keuntungan dari Interpreter adalah dalam eksekusi yang bisa dilakukan dengan segera.  Tanpa melalui tahap kompilasi, untuk alasan ini interpreter digunakan pada saat pembuatan program berskala besar.

Compiler memerlukan waktu untuk membuat suatu program yang dapat dieksekusi oleh komputer. Tetapi, program yang diproduksi oleh Compiler bisa berjalan lebih cepat dibandingkan dengan yang diproduksi oleh Interpreter, dan bersifat independen.

Tabel Perbedaan antara Compiler dan Interpreter.

Compiler

Interpreter

Menterjemahkan secara keseluruhan Menterjemahkan intruksi per intruksi
Bila terjadi kesalahan kompilasi maka source program harus diperbaikai dan dikompilasi ulang Bila terjadi kesalahan interpretasi dapat langsung diperbaiki
Dihasilkan object program Tidak dihasilkan object program
Dihasilkan executable program Tidak dihasilkan executable program
Proses pengerjaan program lebih cepat Proses pengerjaan lebih lambat
Source program tidak di pergunakan, hanya bila untuk perbaikan saja Source program terus dipergunakan
Keamanan dari program lebih terjamin Keamanan dari program kurang terjamin

 


 3.     Algoritma Pemrograman

3.1              Element Dasar Pemrograman

  • Pengenal (variabel) dan Tipe Data
  • Konstanta
  • Operator
  • Statement Input dan Output (I/O)

 

3.1.1        Pengenal (Variable) Dan Tipe Data

Pengenal (identifier) merupakan nama yang biasa digunakan untuk suatu perubah (variable), konstanta, fungsi, atau obyek lain yang didefinisikan oleh pemrogram.

Aturan yang berlaku bagi suatu identifier secara umum adalah:

  • Pengenal harus diawali dengan huruf (A .. Z, a .. z)
  • Dapat berupa huruf, angka (0 .. 9) dan karakter garis bawah(_)
  • Tidak boleh menggunakan Spasi
  • Panjang pengenal boleh terdiri lebih dari 32 karakter, akan tetapi hanya 32 karakter pertama yang dianggap berarti.
  • Case sensitive atau non Case sensitive tergantung bahasa pemrogramannya. Misal C dan C++ adalah case sentitive

3.2              Model Komputasi

Model Komputasi adalah suatu kumpulan dari nilai dan operasi – operasi.

Ada 3 dasar model komputasi :

1. Model Fungsional

Model perhitungan yang fungsional terdiri dari satu set nilai – nilai, fungsi dan operasi aplikasi, fungsi dan komposisi fungsi.

2. Model Logika

Logika model perhitungan terdiri dari suatu set nilai – nilai, definisi hubungan dan kesimpulan logis.

3 Model Imperative

Model perhitungan yang imperative terdiri dari satu set nilai – nilai yang mencakup suatu status dan operasi tugas – tugas untuk memodifikasi status tersebut.

 

3.3              Definisi Sintaks, Semantik, Pragmatis

Sintaks : Aturan gramatikal / komposisi suatu program yang mengatur tata cara huruf dan karakter lain.

Semantic : Mendefinisikan arti dari program yang benar secara sintaks dari bahasa pemrograman tersebut.

Contoh : int vector[10], Arti semantiknya akan menyebabkan ruang sebanyak 10.

Pragmatis : Menguraikan derajat tingkat sukses dengan suatu bahasa pemrograman kepada model perhitungan dalam kegunaannya untuk para programer.

 

3.4              Prinsip – Prinsip Design Bahasa Pemrograman

a. Clarity, Simplicity dan Unity

Bahasa pemrograman harus dapat menolong programer untuk membuat suatu desain program jauh sebelum programmer melakukan coding.

Kemudahan, kesederhanaan dan kesatuan merupakan suatu kombinasi yang membantu programmer mengembangkan suatu algoritma sehingga algoritma yang dihasilkan mempunyai kompleksitas yang rendah.

b. Orthogonality

Orthogonality menunjuk kepada suatu atribut yang dapat dikombinasikan dengan beragam fitur bahasa pemrograman sehingga setiap kombinasinya mempunyai arti dan dapat digunakan.

c. Kewajaran

Untuk Aplikasi Bahasa pemrograman membutuhkan syntax yang tepat/cocok yang digunakan pada struktur program untukmerefleksikan struktur logika yang melandasi suatu algoritma.

d. Mendukung Abstraksi

Abstraksi merupakan suatu hal yang substansial bagi programmer untuk membuat suatu solusi dari masalah yang dihadapi.

Kemudian abstraksi tersebut dapat dengan mudah diimplementasikan menggunakan fitur – fitur yang ada dalam bahasa pemrograman.

e. Kemudahan untuk Verifikasi Program

Verifikasi program merupakan hal penting bagi sebuah program karena dengan verifikasi yang mudah maka suatu program akan dengan mudah dibangun dan dikembangkan.

f. Lingkungan Pemrograman

Bahasa pemrograman yang mempunyai lingkungan pemrograman yang baik dan lengkap akan memudahkan programmer untuk mengimplementasikan abstraksi yang sudah disusunnya.

g. Portabilitas Program

Salah satu kriteria penting untuk proyek pemrograman adalah kemudahan program yang sudah jadi untuk dipindah – pindahkan dari komputer yang digunakan untuk membuat dan mengembangkan ke komputer lain yang akan menggunakannya.

h. Biaya Penggunaan

Biaya merupakan elemen penting dalam mengevaluasi suatu bahasa pemrograman.

Ada beberapa biaya yang dapat diukur yaitu :

1. Biaya Eksekusi Program

2. Biaya Translasi/kompilasiProgram

3. Biaya Penciptaan, Testing dan Penggunaan Program

4. Biaya Pemeliharaan Program

 

3.5              Ukuran Kualitas Program

  1. Sebuah program harus dapat mengerjakan tugasnya dengan benar.
  2. Dapat melakukan tugasnya secara cepat.
  3. Tidak menggunakan banyak sumber daya (processor time, memory, disk capasity, network capacity).
  4. Program mudah dibaca dan dimengerti.
  5. Proses pembuatan program selesai tepat waktu.
  6. Adanya kesalahan tidak mempengaruhi bagian program (error locality).
  7. Mudah pemeliharaannya.
  8. Sebuah program harus independent dan tidak bergantung pada program lain.
  9. dokumentasi baik.

One thought on “Struktur Bahasa Pemrograman – Pertemuan #2

  1. nice post.,., bu/mba saya mw tanya nih soal natural programming seperti iphone 4S yg mengasung OS SIRI.,., nah itu gimana ya metode pemograman yang digunakan dimana instruksi datang oleh suara dan dapat berjalan setelah instruksi kita tersebut ! dan satu lagi.,., apakah bisa suatu bhs pemograman di mix dengan bhs pemrograman lainnya seperti bhs C dan java menciptakan suatu program.,., yang saya baca di atas adlh recommendednya yg case sensitive seperti C dgn C++., dan dalam web programming apa juga bsa di mix seperti Php, javascript.,., dan tentunya SQL !
    mohon di jawab secepatnya ya ! saya ak me follow web ini sampai penjelasannya di postkan !
    saya mohon ya mba ! saya butuh bahan materi untuk menambah wawasan dalam matkul pengantar TIK saya !

    regards..

    Like

Be a good reader, leave your comment please.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s