Struktur Bahasa Pemrograman – Pertemuan #1

Dosen : Emi Susilowati, S.Kom, ST
Pertemuan tanggal 30 Oktober 2011

Pada pertemuan pertama, sedikit membahas mengenai dasar – dasar dan hal yang berkaitan dengan pemrograman.
Berikut saya sajikan kembali inti pembahasannya.
sekalia saya sertakan file asli-nya pada akhir baris.
silahkan disimak,

PENGENALAN DASAR PEMROGRAMAN

 1.     Pengenalan Bahasa Pemrograman

1.1 Pengertian Bahasa Pemrograman

Program adalah pernyataan yang disusun menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa urutan langkah yang disusun secara logis dan sistematis untuk menyelesaikan masalah.

Sedangkan pemrograman adalah proses mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan bahasa pemrograman.

Bahasa pemrograman atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Terdapat 3 faktor penting dalam bahasa pemrograman :

1. Sintaks adalah aturan penulisan bahasa tersebut (tata bahasanya).

2. Semantik adalah arti atau maksud yang terkandung didalam statement tersebut.

3. Kebenaran logika adalah berhubungan dengan benar tidaknya urutan statement.

Dalam pengertian luas pemrograman meliputi seluruh kegiatan yang tecakup dalam :

– Pembuatan Program, termasuk analisis kebutuhan (requirement analysis)

– Keseluruhan tahapan dalam perencanaan (Planning), Perancangan (Design), dan Perwujudannya (Implementation).

Dalam pengertian yang lebih sempit, pemrograman merupakan :

– Pengkodean (Coding atau Program Writting = “Penulisan Program”)

– Pengujiannya (testing) berdasarkan rancangan tertentu.

Pemahaman yang lebih sempit ini sering digunakan dalam pembuatan program – program terapan komersial yang membedakan antara system analyst yang bertanggung jawab dalam menganalisa kebutuhan, perencanaan dan perancangan program dengan pemrogram (programmer) yang bertugas membuat program dan menguji kebenaran program.

Dalam pengolahan data memerlukan beberapa aspek – aspek dasar yaitu :

A. Brainware

Tenaga pelaksana yang menjalankan serta mengawasi pengoperasian sistem unit komputer didalam proses pengolahan data untuk menghasilkan suatu informasi yang tepat waktu, tepat guna dan akurat.

Contoh : Sistem Analis, Programmer, operator, Technical Support, dll.

B. Hardware

Serangkaian unsur-unsur yang terdiri dari beberapa perangkat keras komputer yang digunakan untuk membantu proses kerja manusia (Brainware).

Contoh : CPU, Monitor, Keyboard, Harddisk, Disk drive, dll.

C. Software

Serangkaian unsur-unsur yang terdiri dari beberapa perangkat lunak program komputer yang digunakan untuk membantu proses kerja manusia (Brainware).

Contoh : Sistem Software, Application Software, Package Software, dll.

2.     Klasifikasi Bahasa Pemrograman

Untuk Klasifikasi Bahasa Pemrograman dibagi menjadi 5 bagian

1. Generasi Pertama

Bahasa yang berorientasi pada mesin. Program disusun menggunakan bahasa mesin/kode mesin. Bahasa Mesin adalah bahasa tingkat rendah yang hanya dipahami oleh komputer. Bahasa mesin ini sangat sulit dipahami oleh orang awam sehingga programmer harus menguasai operasi komputer secara teknis.

Abstraksi bahasa ini adalah kumpulan kombinasi kode biner “0” dan “1” yang sangat tidak alamiah bagi kebanyakan orang – kecuali insinyur pembuat mesin komputer. Karena tidak alamiah bagi kebanyakan orang, bahasa mesin juga disebut bahasa tingkat rendah.

2. Generasi Kedua

Bahasa pemrograman yang menggunakan bahasa rakitan / Assembly. Bahasa Assembly adalah bahasa pemrograman yang menggunakan instruksi yang sama seperti pada bahasa mesin, tetapi instruksi dan variable yang digunakan mempunyai nama sehingga mempermudah proses pemrograman. Karena tidak lagi menggunakan deretan kode biner untuk melakukan pemrograman.

3. Generasi Ketiga

Bahasa pemrograman yang menggunakan pendekatan prosedural. Instruksi program ditulis menggunakan kata-kata yang biasa digunakan oleh manusia. Contoh : WRITE (untuk menampilkan kelayar)

READ (untuk membaca data masukan dari keyboard). Bahasa pada generasi ini disebut juga Bahasa beraras tinggi / High Level Language.

Contoh bahasa pemrogaman :PASCAL, FORTRAN, C, COBOL, BASIC dll.

Pada generasi bahasa pemrograman terakhir sekarang ini, kedua cara interpretasi dan kompilasi digabungkan dalam satu lingkungan pengembangan terpadu (IDE = integrated development environment). Cara interpretasi memudahkan dalam pembuatan program secara interaktif dan cara kompilasi menjadikan eksekusi program lebih cepat.

Pertama program dikembangkan interaktif, kemudian setelah tidak ada kesalahan keseluruhan program dikompilasi. Contoh bahasa program seperti ini adalah Visual BASIC yang berbasis BASIC dan Delphi yang berbasis PASCAL.

Bahasa tingkat tinggi bersifat portable. Program yang dibuat menggunakan bahasa tingkat tinggi pada suatu mesin komputer bersistem operasi tertentu, hampir 100% bisa digunakan pada berbagai mesin dengan aneka sistem operasi. Kalaupun ada perbaikan sifatnya kecil sekali.

4. Generasi keempat

Merupakan Bahasa Non-Prosedural. Bahasa pemrograman Generasi Ke-4 dirancang untuk mengurangi waktu pemrogram untuk membuat program sehingga pembuatan program dibuat dengan waktu lebih cepat.

Program ini dapat digunakan oleh pemakai yang kurang mengenal hal-hal teknis pemrograman tanpa perlu bantuan seorang programmer professional.

Contoh : Membuat program database sederhana dengan Microsoft Access.

Bahasa generasi ke-4 disebut juga dengan Very High Level Language atau Problem Oriented Language (bahasa yang berorientasi pada masalah) karena memungkinkan pemakai menyelesaikan masalah dengan sedikit penulisan kode pemrograman dibandingkan dengan bahasa prosedural.

Fasilitas yang tersedia :

  • Program Generator (untuk membuat aplikasi mudah).
  • Report Generator (untuk membuat laporan dengan mudah dan cepat)
  • Bahasa Query (SQL).

Dengan adanya fasilitas ini programmer sedikit dalam menuliskan kode instruksi.

Contoh Bahasa Generasi ke-4: Oracle, Microsoft Access dsb.

5. Generasi kelima

Merupakan bahasa pemrograman yang ditujukan untuk menangani kecerdasan buatan (artificial intelligence-AI). AI adalah disiplin dari ilmu komputer yang mempelajari cara komputer meniru kecerdasan manusia.

Contoh Aplikasi :

  • Pemrosesan Bahasa Alami : mengatur komputer agar bisa berkomunikasi dengan manusia melalui bahasa manusia.
  • Aplikasi Sistem Pakar : program komputer yang dapat menghasilkan pemikiran yang setara dengan seorang pakar.

Contoh Bahasa Pemrograman : PROLOG dan LISP.

2.1  Bahasa Pemrograman Berdasarkan  Perkembangan

A. Machine Language

Bahasa Pemrograman yang hanya dapat dimengerti oleh mesin (komputer) yang  didalamnya terdapat CPU yang hanya mengenal 2 (dua) keadaaan yang berlawanan, yaitu :

– Bila tejadi kontak (ada arus) bernilai 1

– Bila kontak terputus (tidak ada arus) bernilai 0

B. Low Level Language (Bahasa tingkat rendah)

Karena susahnya bahasa mesin, maka dibuatlah simbol yang mudah diingat yang disebut dengan “Mnemonics” (Pembantu untuk mengingat).

Contohnya :

A          : Untuk kata Add (Menambahkan)

B          : Untuk kata Substract (mengurangi )

Mov     : Untuk kata Move ( Memindahkan )

Bahasa Pemrograman yang menerjemahkan Mnemonics disebut Assembler

C. Middle Level Language (Bahasa tingkat menengah)

Bahasa pemrograman yang menggunakan aturan – aturan gramatikal dalam penulisan pernyataan, mudah untuk dipahami dan memilik instruksi – instruksi tertentu yang dapat langsung diakses oleh komputer, Contohnya adalah bahasa C.

D. High Level Language (Bahasa tingkat tinggi)

Bahasa Pemrograman yang dalam penulisan pernyataannya mudah dipahami secara langsung. Bahasa pemrograman ini terbagi menjadi 2, yaitu :

1. Procedure Oriented Language

a. Scientific

Digunakan untuk memecahkan persoalan matematis/perhitungan, misal : Algol, Fortran, Pascal, Basic.

b. Bussines

Digunakan untuk memecahkan persoalan dalam bidang bisnis, misal : Cobol, PL/1.

2. Problem Oriented Language

Misal : RPG (Report Program Generator).

E. Object Oriented Language (Bahasa berorientasi obyek)

Bahasa pemrograman yang berorientasi pada obyek. Bahasa pemrograman ini mengandung fungsi-fungsi untuk menyelesaikan suatu permasalahan dan program tidak harus menulis secara detail semua pernyataannya, tetapi cukup memasukkan kriteria-kriteria yang dikehendaki saja Contohnya : Visual dBase, Visual FoxPro, Delphi, Visual C , dll.

3.     Kerangka Dasar Pemrograman

download materi aslinya disini

semoga bermanfaat…

4 thoughts on “Struktur Bahasa Pemrograman – Pertemuan #1

Be a good reader, leave your comment please.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s