Matan Keyakinan dan Cita – Cita Hidup Muhammadiyah

Berikut adalah contoh tugas yang saya kerjakan saat menjalani kuliah di Universitas Muhammadiyah Jakarta, semoga bisa bermanfaat sebagai referensi bagi yang lainnya…

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah,

Segala puji bagi Allah, Tuhan segala makhluk yang telah memberikan kami nafas untuk hidup.

Segala puji teruntuk-Nya, atas rahmat yang telah dihadirkan dalam setiap

detiknya sehingga kami bisa menyelesaikan tugas ini dengan segala kekurangan yang masih terdapat didalamnya.

Shalawat dan salam seraya kami haturkan kepada sang Rasul Muhammad SAW, sang panutan yang selalu kami rindukan syafaatnya di hari akhir nanti.

Tugas Analisa Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah ini kami tulis dan kami susun dengan segenap keikhlasan yang kami kumpulkan disela-sela waktu yang sangat sempit.

Namun keikhlasan tersebut serasa tidak terbuang sia-sia saat semua jerih payah ini terbayar dengan terselesaikannya tugas ini.

Pada akhirnya kami terus mengharapkan manfaat dan timbal baliknya dari para pembaca sebagai sarana untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada di dalam tugas kali ini.

Jakarta,  November 2011

Penyusun,

Irfan maulana

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………………………………………..1

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………………………………………..2

PENDAHULUAN …………………………………………………………………………………………………………………….3

PEMBAHASAN

BAGIAN 1 :

ISI “MATAN KEYAKINAN DAN CITA-CITA HIDUP MUHAMMADIYAH” …………………………………………..4

BAGIAN 2 :

PENJELASAN TERHADAP “MATAN KEYAKINAN DAN CITA-CITA HIDUP MUHAMMADIYAH” ……………6

BAGIAN 3 :

SARAN TERHADAP “MATAN KEYAKINAN DAN CITA-CITA HIDUP MUHAMMADIYAH” ……………………10

PENUTUP

KESIMPULAN ……………………………………………………………………………………………………………………….11

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah diformulasikan sebagai butir-butir yang dipelajari  di segala aspek yang berkaitan dengan kegiatan kemuhammadiyahan, baik di sekolah-sekolah, di kantor-kantor, serta dilapangan.

Matan ini selayaknya ada di setiap tempat tersebut, karena setiap butirnya mesti ditanamkan di setiap hati para partisipan Muhammadiyah pada khusunya bahkan setiap muslim pada umumnya.

Namun lebih dari kata-kata diatas setiap butir matan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah memang berisi segala pedoman-pedoman yang telah disadur dari ajaran Islam itu sendiri, sehingga dari isinya diharapkan sejalan dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah pada masanya.

Seperti termaktub dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 104 yang diterjemahkan :

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalahorang-orang yang beruntung.”[3:104]

Maka Muhammadiyah telah berpedoman pada Imam segala muslim yaitu “Al-Qur’an” dalam menyusun setiap butir matan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah dengan penelaahan dan persetujuan dari segala pihak dalam lingkup Muhammadiyah diharapkan matan ini menjadi visi dan misi yang dipegang teguh para masyarakat Muhammadiyah.

Matan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah merupakan keputusan tanwir pada tahun 1969 di Ponorogo dan Rumusan Matan tersebut telah mendapat perubahan dan perbaikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah:

1. Atas kuasa Tanwir tahun 1970 di Yogyakarta;
2. Disesuaikan dengan Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-41 di Surakarta.

PEMBAHASAN

BAGIAN 1 : ISI “MATAN KEYAKINAN DAN CITA – CITA HIDUP MUHAMMADIYAH”

PEMBAHASAN

BAGIAN 1 : ISI “MATAN KEYAKINAN DAN CITA – CITA HIDUP MUHAMMADIYAH”

MATAN KEYAKINAN DAN CITA-CITA HIDUP MUHAMMADIYAH

  1. Muhammadiyah adalah gerakan Islam dan dakwah amar ma’ruf nahi munkar, beraqidah Islam dan bersumber pada Al-Qur’an dan sunnah, bercita-cita dan bekerja untuk tewujudnya masyarakat utama, adil, makmur yang diridhai Allah SWT,untuk melaksanakan fungsi dan misi sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi.
  2. Muhammdiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah Agama Allah yang diwahyukan kepada Rasul-Nya, sejak nabi Adam, Nuh, Musa, Isa, dan seterusnya sampai kepada Nabi penututp Muhammad SAW, sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa, dan menjamin kesejahteraan hidup materil dan spiritual, duniawi dan ukhrawi.
  3. Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan :
    1. Al-Qur’an                    : Kitab Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW;
    2. Sunnah Rasul             : Penjelasan dan pelaksanaan ajaran-ajaran Al-Qur’an yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan akal fikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam.
    3. Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang-bidang :
      1. ‘Aqidah

Muhammadiyah bekerja unutk tegaknya aqidah Islam yang murni, bersih dari gejala-gejala kemusyrikan, bid’ah dan khufarat, tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam.

  1. Akhlak

Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai-nilai akhlak mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan manusia.

  1. Ibadah

Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW, tanpa tambahan dan perubahan dari manusia.

  1. Muammalah Duniawiyah

Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya mu’amalat duniawiyah (pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat ) dengan berdasarkan ajaran Agama serta menjadi semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ibadah kepada Allah SWT.

  1. Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa Indonesia yang telah mendapat karunia Allah berupa tanah air yang mempunyai sumber-sumber kekayaan, kemerdekaan bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, untuk berusaha bersama-sama menjadikan suatu negara yang adil dan makmur dan diridhai Allah SWT :

“BALDATUN THAYYIBATUB WA ROBBUN GHOFUR”

(Keputusan Tanwir Tahun 1969 di Ponorogo)

Catatan:
Rumusan Matan tersebut telah mendapat perubahan dan perbaikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah:

1. Atas kuasa Tanwir tahun 1970 di Yogyakarta;
2. Disesuaikan dengan Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke 41 di Surakarta.

BAGIAN 2 : PENJELASAN TERHADAP “MATAN KEYAKINAN DAN CITA – CITA HIDUP MUHAMMADIYAH”

BAGIAN 2 : PENJELASAN TERHADAP “MATAN KEYAKINAN DAN CITA – CITA HIDUP MUHAMMADIYAH”

 

Apa itu Matan Keyakinan dan Cita-cita hidup Muhammadiyah?

Adalah sistem paham (ideologi) Muhammadiyah dalam memperjuangkan gerakan untuk mencapai tujuan atau dengan kata lain substansi ideologis yang mengandung paham agama yang fundamental.

Pernyataan misi Muhammadiyah dalam kehidupan, khususnya misi dan peran di tengah kehidupan bangsa dan negara Indonesia.

Sejarah Matan Keyakinan dan Cita-cita hidup Muhammadiyah

Rumusan Keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah diangkat wacananya di Mu’tamar Muhammadiyah ke-37 yang diselenggarakan pada tahun 1968 di kota Yogyakarta.

Rumusan PP Muhammadiyah, dalam hal ini biro ideologi yang melaksanakan amanat dan tugas dari Mu’tamar, seterusnya menyerahkan kepada sidang Tanwir yang berlangsung di Ponorogo (1969) untuk disahkannya MKCH ini.

Sistematika Matan Keyakinan dan Cita-cita hidup Muhammadiyah

MKCH terbagi menjadi 3 bagian:

™ Pokok persoalan ideologis sesuai yang termaktub pada poin 1 dan 2 MKCH.

™ Persoalan mengenai faham agama sesuai yang termaktub dalam poin 3 dan 4.

™ Persoalan mengenai fungsi dan misi Muhammadiyah dalam masyarakat NKRI termaktub pada poin 5.

  1. Pokok persoalan bidang ideologi :

Keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah adalah:

™ Akidah  : Muhammadiyah adalah gerakan berakidah Islam.

™ Cita-cita: bercita-cita dan bekerja untu terwujudnya masyarakat  Islam yang sebenar-benarnya.

™ Ajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan :

– Agama Islam sebagai agama hidayah dan rahmat Allah kepada manusia sepanjang masa.

– Bentuk dan corak dari keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah diwarnai dan disinari oleh Islam.

– Cita-cita yang akan dicapai dalam hidupnya ialah terwujudnya kebahagian dan kemakmuran didunia dalam rangka ibadah kepada Allah SWT.

– Berkeyakinan bahwa ajaran yang mampu melaksanakan hidup sesuai dengan aqidahnya adalah hanya ajaran Islam.

  1. 2.       Faham Agama:

™ Agama terakhir dan sempurna ialah Agama Islam.

™ Dasar agama Islam adalah AlQur’an dan As-sunnah.

™ Akal fikiran digunakan sebagai :

– Pengungkap kebenaran AlQuran dan As-sunnah.

– Mengetahui maksud yang tercakup dalam pengertian keduanya.

– Mencari jalan dan bagaimana cara melaksanakan ajaran keduanya.

– Penimbang pengaruh dalam penerapan hukum agama.

™ Ijtihad terbuka disepanjang zaman.

™ Melaksanakan agama didasarkan pada pengertian yang benar yakni ijtihad dan ittiba’ (mengikut pada dalil).

™ Ajaran Islam terdiri dari : ajaran akidah, akhlak, ibadah, muamalah.

  1. 3.       Fungsi dan Misi Muhammadiyah

™ Berjuang dan mengajak segenap golongan bangsa untuk mengatur dan membangun tanah air menjadi masyarakat adil dan makmur sejahtera bahagia material dan spiritual sesuai yang diridhai Allah.

™ Menggunakan da’wah Islam dalam proporsi sebenarnya yang kemudian dapat lebih lanjut dilihat dalam Khittah Perjuangan Muhammadiyah.

Pedoman Untuk Memahami

Uraian singkat mengenai Matan “Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah”.

1. Pokok-pokok persoalan yang bersifat ideologis, yang terkandung dalam angka 1 dan 2 dari Matan “Keyakinan dan Cita-cita hidup Muhammadiyah”, ialah:

a. Aqidah: Muhammadiyah adalah ber’aqidah Islam.

b. Cita-cita/Tujuan: Bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. c. Ajaran yang digunakan untuk melaksanakan aqidah dalam mencapai cita-cita /tujuan tersebut: Agama Islam adalah agama Allah sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada ummat manusia sepanjang masa dan menjamin kesejahteraan hidup materil dan sprituil, duniawi dan ukhrawi.

2. Fungsi aqidah dalam persoalan Keyakinan dan Cita-cita hidup adalah sebagai sumber yang menentukan bentuk keyakinan dan cita-cita hidup itu sendiri. Berdasarkan Islam, artinya ialah Islam sebagai sumber ajaran yang menentukan keyakinan dan cita-cita hidupnya. Ajaran Islam, yang inti ajarannya berupa kepercayaan tauhid membentuk keyakinan dan cita-cita hidup. Bahwa hidup manusia di dunia ini semata-mata hanyalah untuk beribadah kepada Allah SWT, demi untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Hidup beribadah menurut ajaran Islam, ialah hidup bertaqarrub kepada Allah SWT, dengan menu-naikan amanah-Nya serta mematuhi ketentuan-ketentuan yang menjadi peraturan-Nya guna mendapatkan keridhaan-Nya. Amanah Allah yang menentukan fungsi dan misi manusia dalam hidupnya di dunia, ialah manusia sebagai hamba Allah dan khalifah (pengganti)Nya yang bertugas mengatur dan membangun dunia serta menciptakan dan memelihara keamanan dan ketertibannya untuk memakmurkannya.

3. Fungsi cita-cita/tujuan dalam persoalan Keyakinan dan cita-cita hidup ialah sebagai kelanjutan/konsekuensi dari Aqidah. Hidup yang beraqidah Islam, tidak bisa lain kecuali menimbulkan kesadaran pendirian, bahwa cita-cita/tujuan yang akan dicapai dalam hidupnya di dunia, ialah terwujudnya tata-kehidupan masyarakat yang baik, guna mewujudkan kemak-muran dunia dalam rangka ibadahnya kepada Allah SWT. Dalam hubungan ini, Muhammadiyah telah mene-gaskan cita-cita/tujuan perjuangannya dengan: “…sehingga terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur, yang diridhai Allah SWT”. (AD PS.3) Bagaimana bentuk/wujud masyarakat uatama yang adil dan makmur, yang diridhai Allah SWT yang dimaksud itu, harus dirumuskan dalam satu konsepsi yang jelas, gamblang dan menyeluruh.

4. Berdasarkan keyakinan dan cita-cita hidup yang beraqidah Islam dan dikuatkan oleh hasil penyelidikan secara ilmiah, historis dan sosiologis, Muhammadiyah berkeyakinan, bahwa ajaran yang dapat untuk melaksanakan hidup yang sesuai dengan “Aqidahnya” dalam mencapai “cita-cita/tujuan” hidup dan perjuangannya sebagaimana dimaksud, hanyalah ajaran Islam. Untuk itu sangat diperlukan adanya rumusan secara kongkrit, sistematis dan menyeluruh tentang konsepsi ajaran Islam yang meliputi seluruh aspek hidup dan kehidupan manusia/masyarakat, sebagai isi dari pada masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

5. Keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah yang persoalan-persoalan pokoknya telah diuraikan dengan singkat di atas, adalah dibentuk/ditentukan oleh pengertian dan fahamnya mengenai agama Islam. Agama Islam adalah sumber keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah, Maka dari itu, faham agama bagi Muhammadiyah dalah merupakan persoalan yang essensial bagi adanya keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah.

 

BAGIAN 3 : SARAN TERHADAP “MATAN KEYAKINAN DAN CITA – CITA HIDUP MUHAMMADIYAH”

 

 

BAGIAN 3 : SARAN TERHADAP “MATAN KEYAKINAN DAN CITA – CITA HIDUP MUHAMMADIYAH”

 

Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah seperti yang telah dijelaskan diatas merupakan suatu rumusan yang telah disetujui oleh orang-orang yang juga telah diakui kredibilitasnya dalam Keputusan Tanwir Tahun 1969 di Ponorogo.

Maka dari itu isinyapun tidak perlu diragukan lagi, namun seperti apa kata pepatah pasti tidak ada gading yang tak retak apalagi mengenai sesuatu yang diciptakan manusia pastilah tidak ada yang sempurna.

Untuk keseluruhan isinya dipastikan tidak ada yang bertentangan dengan Aqidah Islam karena memang isi-isinya mengambil dari apa yang diajarkan Rasulullah, Namun yang jadi pertanyaan adalah seberapa besar efeknya terhadap kehidupan masyarakat ?

Adalah hal mudah saat harus membuat suatu rumusan, tapi bagaimana agar masyarakat mau untuk menjalankan rumusan yang telah disetujui rasanya mesti jadi pemikiran kita bersama-sama setelah membuat suatu rumusan.

Yang terjadi sampai saat ini ialah tidak sedikit pengikut Muhammadiyah yang hafal isi-isi matan tersebut, namun tidak satupun butir-butirnya yang tercermin dalam kehidupan bermasyarakatnya.

Maka dari itu mungkin diperlukan suatu anak turunan dari Matan diatas, karena yang saya analisa adalah isi dari matan tersebut terlalu umum dan kurang  menyentuh terhadap kehidupan masyarakat sehingga kurang dirasakan efeknya terhadap kehidupan bermasyarakat.

Diperlukan suatu rumusan yang memang tetap mengacu pada Matan diatas, namun dengan penjelasan yang lebih spesifik dan bisa diterapkan dalam hidup masyarakat sehingga tidak terjadi silang pendapat dalam menjelaskan isi-isi Matan yang telah disetujui diatas.

Demikian sedikit saran yang bisa saya sampaikan, semoga bisa diterima dengan lapang dada dan kepala dingin. Saling menghargai pendapat orang lain adalah ciri manusia yang beradab.

Terima kasih.

PENUTUP

 

KESIMPULAN

 

PENUTUP

 

KESIMPULAN

 

Matan Keyakinan dan Cita-cita hidup Muhammadiyah adalah suatu sistem paham Organisasi Muhammadiyah dalam memperjuangkan  gerakan untuk mencapai tujuan atau dengan kata lain substansi ideologis yang mengandung paham agama yang fundamental.

Matan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah merupakan keputusan tanwir pada tahun 1969 di Ponorogo dan Rumusan Matan tersebut telah mendapat perubahan dan perbaikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah:

1. Atas kuasa Tanwir tahun 1970 di Yogyakarta;
2. Disesuaikan dengan Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-41 di Surakarta.

MKCH terbagi menjadi 3 bagian:

  • Pokok persoalan ideologis sesuai yang termaktub pada poin 1 dan 2 MKCH
  • Persoalan mengenai faham agama sesuai yang termaktub dalam poin 3 dan 4
  • Persoalan mengenai fungsi dan misi Muhammadiyah dalam masyarakat NKRI termaktub pada poin 5

Terima kasih, Semoga bermanfaat…

baca juga :


About these ads

9 thoughts on “Matan Keyakinan dan Cita – Cita Hidup Muhammadiyah”

  1. Terimakasih… Saya sangat bangga kepada Anda. Tugas yang saya kerjakan sudah sangat mudah berkat kreatifitasan Anda….! Tks

Beri Komentar Yahhh...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s